Sunday, 15 November 2015

Choose Your Own Happiness

Beberapa hari yang lalu ada notif aplikasi Timehop di hp saya. Kemudian saya buka aplikasi, trus saya scroll down. Sampailah di status saya 6 tahun yang lalu di Facebook. Well... Cukup mengejutkan bahwa waktu itu saya bikin status seperti itu. Dan mungkin itu awal dari semuanya hingga menjadi seperti ini sekarang.

Satu hal yang saya sadari adalah... Ini kesalahan saya. 

Kenapa?

Saya tidak memilih kebahagiaan saya sendiri waktu itu. Apa yang saya putuskan saat itu lebih banyak mempertimbangkan kepentingan dan kebahagiaan orang lain. Dan bukannya mengejar kebahagiaan untuk saya sendiri. Sempet ngrasa ragu, bimbang, ngga yakin sama kehidupan yang akan saya jalanin nantinya. Saya sempet cerita ke nyokap dan sababat saya. Tapi mereka bilang "ah itu cuma godaan-godaan kecil aja kok. wajar itu mah..." Well... Oke.... Baiklah... Saya anggap itu godaan yang memang wajar terjadi. Meskipun pada akhirnya saya menyadari mungkin itu bukan godaan. Tetapi lebih ke warning buat saya, pengingat saya, bahwa kehidupan yang akan dijalanin nanti adalah kehidupan saya sendiri. Bukan orang lain. Dan saya baru nyadar setahun belakangan ini. Hiks hiks hiks....

Karena ngerasa ngga enak sama banyak orang, akhirnya saya jalanin aja apa yang sudah direncanakan. Mengorbankan kebahagiaan saya sendiri tentunya. Saya pikir, nanti seiring berjalannya waktu, mungkin saya bisa menemukan kebahagiaan dari sisi yang lain. Enam tahun berlalu, finally I realize that it's false.

Menyesal? Ummm.... Saya ngga mau bilang ini penyesalan. Toh kita ngga bisa kembali lagi ke enam tahun yang lalu. Yang bisa dilakukan adalah segera memperbaiki kesalahan kita setelah kita tau dimana salahnya. Dan saya juga ngga mau menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi sama saya sekarang. Ini murni kesalahan saya sendiri yang ngga punya keberanian untuk mengambil keputusan penting dalam hidup saya.

"@dianswastie It's not about regret. It's about a courage to decide your own happiness. And I wasn't brave enough to decide my own happiness at that time."
"And now... I feel like being given the second chance to decide my own happiness. I need to be brave enough and be sure that I can get it."

Yup... Ini tentang keberanian untuk menentukan kebahagiaan kita sendiri. Karena ini adalah hidup kita, kita yang ngejalanin, kita yang ngerasain. Dan saat ini saya merasa diberi kesempatan kedua sama Tuhan untuk menentukan kebahagiaan saya. Tinggal saya berani atau tidak untuk mewujudkannya. Harus berani dong!!!! Karena mungkin saja ngga ada kesempatan ketiga nantinya. Dan terkadang, kita butuh yang namanya "Bodo Amat" sama orang lain, karena ini berkaitan dengan hidup kita. Dan jangan sekali-kali meremehkan insting. Karena kadang insting kita lebih bener dari yang orang lain pikir, yang orang lain bilang. Kalo kita yakin dengan diri kita sendiri, Insya Allah, Tuhan akan tunjukin jalannya kok. :)

Bismillahirromanirrohim... Ya Allah.... Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk semua urusanku... Hasbunnallah wa ni'mal wakiil, ni'mal maula wa ni'man nashiir... Allahumma yassir wa laa tu'assir... Laa hawla wa laa quwwataa illa billah....

"If you're brave enough to say GOODBYE, life will reward you with a new HELLO - Paulo Coelho"

No comments:

Post a Comment